Gelar Karya Diklat Calon Kepala Sekolah│I Made Sudarma, S.Pd.
Online Bersama Si Iwul Menjadi Guru yang Kreatif dan Profesional di Tengah Pandemi Covid-19
Guru dalam profesinya
dituntut mampu melaksanakan tugas merencanakan, melakukan, dan melaksanakan
evaluasi pembelajaran dengan baik. Kemampuan inilah yang kemudian menjadi
idikator guru profesional. Untuk itu, guru harus mempunyai jiwa kreatif,
sehingga tugas yang menjadi indikator guru professional itu dapat dilaksanakan
dengan baik. Dengan kreativitas itu, guru akan mampu melahirkan sesuatu yang
baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa
yang telah ada sebelumnya.
Ketika Corona virus
melanda seluruh dunia, ketika pembatasan sosial dilakukan untuk mencegah
penularan virus ini, dan ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan pendidikan
untuk memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka lalu mengubah menjadi
pembelajaran jarak jauh (PJJ), apakah guru akan kehilangan krativitas dan
profesionalismenya? Jawabannya jelas tidak.
Pada salah satu kesempatan, pakar pendidikan Universitas Pendidikan
Ganesha Singaraja, Prof. Dantes, menyatakan bahwa jauh lebih bagus guru yang
baik ketimbang kurikulum yang baik. Guru yang baik bisa menjadikan kurikulum
yang kurang baik menjadi lebih baik. Pernyataan ini menyiratkan bahwa
bagaimanapun pembelajaran yang direkomendasikan oleh pemerintah, pada akhirnya
kualitas pembelajaran akan ditentukan oleh guru di kelas. Oleh karena itu, walaupun
pemerintah telah menerbitkan kurikulum darurat Covid-19 dengan mengharuskan
guru mengajar dari rumah, menjadi guru yang kreatif dan professional harus
tetap terjaga.
Pada masa pandemi ini,
kreativitas guru semakin berat diuji. Dalam kemampuan merencanakan
pembelajaran, membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), misalnya. Pada
tahap ini, guru harus kreatif merencanakan proses belajar mengajar yang akan
dilakukannya secara jarak jauh. Kreatifitas yang mungkin dapat dilakukan adalah
dengan cara memilih mode belajar yang akan digunakan, daring atau luring. Pemilihan
ini menjadi penting pada tahap perencanaan pembelajaran untuk menentukan
strategi, metode, dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran jarak jauh
(PJJ) yang akan dilaksanakan.
Sebagai contoh, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia SMP kelas VIII, yaitu pada Kompetensi Dasar (KD) Menentukan Unsur-Unsur Berita. Pada perencanaan pembelajaran materi ini bisa memilih strategi Si Iwul (strategi rancangan penulis sendiri yang merupakan akronim dari langkah SImak, pahamI, jaWab, simpUlkan, dan Lakukan) dengan metode tutorial online (tuton) menggunakan media blog dan youtube. Dengan demikian, maka mode pembelajaran jarak jauh yang dipilih adalah mode daring, memanfaatkan fasilitas google.
Pada tahap pelaksanaan pembelajaran mode daring ini, kreatifitas guru dimunculkan dengan cara memberikan siswa tutorial online (tuton) tentang cara menentukan unsur-unsur berita berupa video dan teks yang sebelumnya sudah diupload di blog dan youtube. Tutorial online inilah yang kemudian akan disimak, dipahami, kemudian siswa menjawab soal yang ada pada tutorial online, menyimpulkan cara yang ada di tutorial, dan terakhir melakukan hal yang serupa seperti tutorial pada kasus yang lain.
Tutorial online cara menentukan unsur-unsur berita berupa teks dapat dibaca dengan cara mengklik di sini. Kemudian, tutorial cara menentukan unsur-unsur berita berupa video dapat disimak dengan mengklik di sini. Kreativitas guru pada tahap pelaksanaan evaluasi pembelajaran mode daring ini dapat dilakukan dengan cara membuat instrumen evaluasi dengan memanfaatkan fasilitas google, misalnya google form. Contoh instrumen evaluasi pembelajaran dapat dibaca dengan mengklik di sini.
Demikianlah
kreativitas guru di masa pandemi Covid-19 ini. Guru harus mampu menentukan
strategi, metode, dan media pembelajaran sesuai dengan mode pembelajaran jarak
jauh yang dipilih, daring atau luring dan memanfaatkan semua fasilitas yang
telah disediakan oleh google. Guru
harus mampu membuka kran kreativitas
dalam melaksanakan tugasnya untuk sampai pada muara profesionalisme walaupun harus
melakukan pembelajaran jarak jauh karena pandemi Covid-19.
Cara Menelaah Struktur dan Kebahasaan dari Teks Laporan Percobaan Dengan Mudah
Kejelasan dan kelengkapan informasi ditentukan oleh struktur penyajian (tulis/lisan) dan penggunaan bahasa. Begitu juga dengan teks pidato persuasif, struktur penyajian dan kebahasaan sangat mempengaruhi kejelasan dan kelengkapan informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, untuk mengetahui kejelasan dan kelengkapan teks pidato persuasif, kita perlu menelaah teks tersebut dari segi struktur dan kebahasaan.
A.Pengertian menelaah teks laporan percobaan
Menurut
KBBI, menelaah merupakan kegiatan mempelajari, menyelidik,
mengkaji, memeriksa, menilik. menelaah teks pidato persuasif merupakan kegiatan mempelajari,
menyelidik, mengkaji, memeriksa, menilik teks pidato persuasif. Teks pidato
persuasif bisa ditelaah dari segi struktur penyajian dan kebahasaan.
B.Struktur
penyajian teks pidato
persuasi
Secara umum, teks pidato persuasif tersusun menjadi tiga bagian, yaitu pembukaan, isi pidato dan penutup. Ketiga struktur tersebut merupakan komponen penting yang harus ada dalam sebuah teks pidato terutama pidato persuasif. Jika salah satu struktur tersebut tidak ada, maka teks pidato tersebt tidakakan menjadi teks pidato yang sempurna.
1.Pembukaan
Pembukaan teks pidato persuasif terdiri atas
tiga bagian, yaitu salam pembuka, ucapan penghormatan, dan ucapan syukur
a.Salam pembuka
Salam pembuka disesuaikan dengan situasi
(waktu) dan latar belakang pendengar ( audiens) yang hadir. Salam pembuka yang
bisa digunakan seperti selamat pagi, selamat siang, atau selamat malam
tergantung situasi dan latar belakang pendengar.
b.Ucapan (sapaan) penghormatan
Ucapan (sapaan) penghormatan dimaksudkan
sebagai bentukpenghormatan orator kepada pendengar. Dari sisi etika,pendengar
yang memiliki tingkatan social atau usia yang lebih tinggi diberikan ucapan
(sapaan) penghormatan lebih dahulu
c.Ucapan rasa syukur
Ucapan rasa syukur merupakan salah satu wujud
rasa syukur kepada Tuhan atas semua anugrah yang telah dilimpahkan kepada
hamba-Nya.
2.Isi pidato
Isi merupkan bagian inti pidato. Pendapat,
gagasan, alas an, berbagai data pendukung,dan pesan berupa imbauan atau ajakan
disampaikan orator pada bagian ini. Orator menjelaskan secara terperinci
tentang hal-hal yang terkait dengan pendapat, gagasan, atau pesan yang
disampaikan.
3.Penutup pidato
Penutup pidato merupakan bagian akhir sebuah
pidato. Pada pidato persuasif, bagian penutup berisi hal-hal berikut.
Harapan agar gagasan dan pesan yang
disampaikan bermanfaat bagi pendengar
a.Permohonan maaf kepada pendengar jika ada
kesalahan selama menyampaikan pidato
b.Ucapan terima kasih kepada pendengar
c.Salam penutup
C.Ciri Kebahasaan
Teks Pidato Persuasif
Sebagai
pidato yang bertujuan menyampaikan gagasan dan pesan berupa imbauan dan ajakan,
pidato persuasif memiliki beberapa ciri kebahasaan sebagai berikut.
Kalimat Aktif
Kalimat
aktif adalah kalimat yang subjeknya aktif melakukan kegiatan atau aktivitas. Dengan
kata lain, kalimataktifadalah kalimat yang subjeknya menjadi pelaku dalam dari
sebauah pekerjaan atau kejadian.
Contoh : Rian mengigau sepanjang
malam
S
P KW
Ciri
dari kalimat aktif antara lain,
1.Predikatnya
cenderung memiliki imbuhan me- ataupun ber-.
Contoh
:Ibu memasak di dapur
Adik bermain bola
2.Predikatnya
bisa berupa kata aus, yaitu kata yang tidak perlu lagi mendapat imbuhan saat
menjadi predikat
Contoh
: Adi tinggal di kota
Kata Tugas
Kata tugas adalah
bentuk kata yang nmenyatakan hubungan suatu unsure dengan unsure lain dalam
sebuah frasa atau kalimat. Kata tutgs
tidak dapat dijadikan sebagai kata dasar untuk pembentukan kata lain. Kata tugas
dalam Bahasa Indonesia terdiri atas,
1.Kata
depan (di, ke, dari, dengan)
Contoh
: Saya berada di sini mewakili
anak-anak yang kelaparan di seluruh
duniayang tangisannya tidak lagi terdengar.
2.Kata
sambung (tetapi, serta, dan, sedangkan, melainkan, atau, melainkan, selain,
kecuali, tetapi, padahal, bahkan, yakni, ialah, adalah, lalu, kemudian, jadi,
namun, dll)
Contoh
: Saya hanyalah seorang anak kecil. Namun,
saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk
mengurangi tingkat kemiskinan dan
menemukan jawaban untuk mengurangi permasalahan alam, alangkah indahnya dunia
ini.
3.Kata
sandang ( Sang, Sri, Hang, Dang, Hyang, Yang, para, kaum, Si)
Artikel atau kata sandang adalah kata yang
tidak memiliki arti tapi menjelaskan nomina (kata benda), contohnya
adalah si, sang, dan kaum. Kata sandang bisa digunakan untuk
mendampingi kata benda dasar, nomina yang terbentuk dari
verba, pronomina, atau verba pasif.
Khusus untuk kata sandang Yang
Kata sandang
Yang, dipakai untuk mengganti nama Tuhan atau seseorang yang dimuliakan.
Contoh :
a.Mohonlah
ampun kepada Yang Maha Pengampun dan Penyayang Nak, pesan Ibu
sebelum meninggal
b.Peristiwa ini
sudah direncanakan oleh Yang Maha Kuasa
c.Serahkan segala
penyelesaian masalah kita pada Yang Maha Adil
d.Yang Mulia, berikan keringanan untuk hukuman suami saya, rintih sang istri saat vonis dijatuhkan
Jenis kata sandang Yang hampir sama dengan kata sandang yang
digunakan pada penunjuk tunggal. Akan tetapi pada kategori penunjuk netral,
kata sandang Yang hanya digunakan untuk mengganti seseorang yang tunggal, tanpa
adanya jabatan atau pangkat tinggi yang harus digantikan. Contoh :
a.Wanita malang yang jatuh tertimpa motor itu adalah kakakku
b.Yang tadi membantuku membawa dagangan adalah seorang guru
di kampung kami
c.Eka akhirnya berjumpa dengan seorang penggemar yang
ditunggunya selama dua jam
d.Aku tidak menyaksikan orang yang menolongku dari
kecelakaan maut itu
e.Seperti ada yang mendorongku dari tangga itu kemarin malam
f.Yang duduk tepat disebelah Kapolri itu ayahku
g.Sepertinya tadi ada yang mengetuk pintu
h.Yang memakai kacamata hitam itu, gerak geriknya terlihat mencurigakan
1.
Kata
seru
Kata seru adalah kata yang digunakan untuk mengungkapkan isi
hati atau perasaan seseorang, dalam hal ini adalah pembicaranya. Kata ini
kadang berupa kata tunggal atau frasa yang menunjukkan emosi seseorang.
Ungkapan emosi yang ditampakkan adalah seperti rasa marah, senang, sedih,
heran, kagum, terkejut, dan sebagainya.
Adapun ciri-ciri kata seru adalah sebagai berikut:
1.Memiliki intonasi yang
menggambarkan perasaan;
2.Biasanya menggunakan tanda seru (!).
Jenis-jenis kata seru yaitu:
A.Berdasarkan bentuknya dibagi menjadi:
Kata seru asli = ah, wow, hey, oh,
duh
Kata seru biasa = aduh, idih,
astaga, ayo, masa
Kata seru gabungan = masa sih, tidak
mungkin, yang benar
Kata seru ungkapan = astaghfirullah,
puji Tuhan, alhamdulillah, syukurlah
Kata seru tiruan bunyi = dor, plak, bum, kring, brak
B.Berdasarkan fungsinya dibagi menjadi:
Kata seru panggilan = hey, halo, woy
Kata seru ajakan = ayo, mari, yok
Kata seru keheranan = aduh, amboi,
masa
Kata seru kekagetan = astaga, gila,
alamak
Kata seru kekesalan = sial, ah,
idih, ih
Kata seru pengharapan = semoga,
mudah-mudahan, insya Allah
Kata seru syukur = untung,
alhamdulillah,
Kosakata emotif
Kosakata emotif adalah kosakata yang berhubungan
dengan emosi (perasaan) yang bisa membuat pendengar tersentuh emosinya ketika
menyimak atau membaca
Contoh : Hal itu bisa terjadi karena bangsa
kita memiliki semangat kebersamaan dan gotong royong
Kosakata bidang ilmu (istilah)
Kosakata bidang ilmu (istilah) adalah
kosakata yang lazim digunakan di bidang keilmuan
Contoh : Saya merasa takut ketika berada di
bawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan ozon.
Sinonim ( persamaan kata atau padanan makna kata)
Contoh : Sikap egois atau mau menang
sendiri tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita.
Kata benda abstrak
Kata kerja abstrak adalah kata yang
menyatakan benda yang sifatnya abstrak (tanpa wujud) Karena tidak bisa
ditangkap oleh panca indra.
Contoh : Kestiakawanan
social memang perlu dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
D.Contoh Telaah struktur
dan ciri kebahasaan teks pidato persuasive
Contoh teks pidto
persuasif
Selamat siang, salam sejahtera dan semoga kita
semua tetap dilindungi di masa yang sulit ini. Hadirin, pada kesempatan kali
ini saya ingin menyampaikan sebuah pesan singkat untuk membawa potensi diri
kita semua ke tahap yang lebih lanjut.
Apa suatu hal yang
dapat benar-benar mengeluarkan potensi kita itu? Hal tersebut bukan lain adalah
disiplin. Ya, disiplin dalam arti sederhananya yakni mampu menjaga konsistensi
dan konsekuen terhadap kewajiban apa yang hendak dan sedang kita lakukan. Kita
sebagai civitas sekolah sudah sepatutnya menanamkan disiplin diri yang tinggi
dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam kegiatan pembelajaran.
Tanpa disiplin
seseorang yang pinta dan luar biasa cerdas pun tidak akan mampu mengeluarkan
potensi dirinya. Ia tidak dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi
dirinya sendiri apalagi untuk orang lain. Mengapa? Karena proses kreatif itu
membutuhkan disiplin yang tinggi. Jika seseorang tidak secara disiplin
mengerjakan pekerjaannya, pekerjaan itu tidak akan pernah selesai.
Kurangnya disiplin
diri juga akan menghambat suatu pekerjaan menjadi lebih lambat. Artinya,
pekerjaan tak kunjung selesai karena tidak adanya konsistensi pengerjaan yang
akan segera membuatnya selesai. Di era revolusi industri 4.0 yang serba cepat
ini, kurangnya disiplin mengancam seseorang untuk tidak dapat bertahan melawan
arus lalu lintas pekerjaan yang begitu cepat ini.
Disiplin juga
merupakan fondasi utama kompetensi seseorang. Mengapa? Karena disiplin adalah
salah satu bagian dari soft skill yang merupakan penentu
sukses atau tidaknya seseorang di dalam kehidupan. Menurut Dr. Syahrial
Mukhtar, Vice President Stakeholder Relation PT. Pertamina soft skill adalah
kunci keberhasilan dalam Dunia Kerja.
Dengan demikian melatih disiplin diri merupakan
aspek penting yang tidak boleh terlewatkan bagi kita semua. Disiplin adalah
kunci sukses kehidupan kita dalam segi atau dimensi apapun, tanpa terkecuali.
Memang menjaga kedisiplinan itu bukan hal yang mudah dan bisa menjadi berat. Namun,
Mario Teguh pakar motivasi Indonesia pernah berkata bahwa penderitaan karena
disiplin lebih baik daripada penderitaan karena penyesalan.
Demikian pesan yang ingin saya sampaikan pada
kesempatan kali ini. Semoga kita semua dapat terus menjaga dan berlatih secara
berkelanjutan agar dapat menjadi individu yang disiplin. Terima kasih atas
perhatiannya.
Berikut adalah telaah struktur dan ciri kebahasaan teks pidato
persuasif
Pembukaan
Selamat siang,
salam sejahtera dan semoga kita semua tetap dilindungi di masa yang sulit ini.
Hadirin, pada kesempatan kali ini saya ingin
menyampaikan sebuah pesan singkat untuk membawa potensi diri kita semua ke
tahap yang lebih lanjut.
Apa suatu hal yang dapat benar-benar
mengeluarkan potensi kita itu? Hal tersebut bukan lain adalah disiplin. Ya,
disiplin dalam arti sederhananya yakni mampu menjaga konsistensi dan konsekuen
terhadap kewajiban apa yang hendak dan sedang kita lakukan. Kita sebagai
civitas sekolah sudah sepatutnya menanamkan disiplin diri yang tinggi dalam
kehidupan sehari-hari termasuk dalam kegiatan pembelajaran.
Tanpa disiplin seseorang yang pintar dan luar
biasa cerdas pun tidak akan mampu mengeluarkan potensi dirinya. Ia tidak dapat
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya sendiri apalagi untuk orang
lain. Mengapa? Karena proses kreatif itu membutuhkan disiplin yang tinggi. Jika
seseorang tidak secara disiplin mengerjakan pekerjaannya, pekerjaan itu tidak
akan pernah selesai.
Kurangnya disiplin diri juga akan menghambat
suatu pekerjaan menjadi lebih lambat. Artinya, pekerjaan tak kunjung selesai
karena tidak adanya konsistensi pengerjaan yang akan segera membuatnya selesai.
Di era revolusi industri 4.0 yang serba cepat ini, kurangnya disiplin mengancam
seseorang untuk tidak dapat bertahan melawan arus lalu lintas pekerjaan yang
begitu cepat ini.
Disiplin juga merupakan fondasi utama
kompetensi seseorang. Mengapa? Karena disiplin adalah salah satu bagian
dari soft skill yang merupakan penentu sukses atau tidaknya
seseorang di dalam kehidupan. Menurut Dr. Syahrial Mukhtar, Vice President
Stakeholder Relation PT. Pertamina soft skill adalah kunci keberhasilan dalam
Dunia Kerja.
Dengan
demikian melatih disiplin diri merupakan aspek penting yang tidak boleh
terlewatkan bagi kita semua. Disiplin adalah kunci sukses kehidupan kita dalam
segi atau dimensi apapun, tanpa terkecuali. Memang menjaga kedisiplinan itu
bukan hal yang mudah dan bisa menjadi berat. Namun, Mario Teguh pakar motivasi
Indonesia pernah berkata bahwa penderitaan karena disiplin lebih baik daripada
penderitaan karena penyesalan.
Demikian
pesan yang ingin saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga kita semua
dapat terus menjaga dan berlatih secara berkelanjutan agar dapat menjadi
individu yang disiplin. Terima kasih atas perhatiannya.Selamat siang.
1.Menggunakan kalimat aktif
Penggunaan kalimat aktif dalam pidato di atas terdapat
pada kalimat berikut:
Contoh kalimat: Kita sebagai civitas sekolah (S)/ sudah sepatutnya menanamkan (P)/ disiplin diri yang tinggi (O)/dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam kegiatan pembelajaran (K)
2.Menggunakan kata tugas
Kata tugas yang digunakan dalam pidato tersebut antara
lain :
a.Kata depan,
Contoh kalimat
: . Di era revolusi industri 4.0 yang serba cepat ini, kurangnya
disiplin mengancam seseorang untuk tidak dapat bertahan melawan arus lalu
lintas pekerjaan yang begitu cepat ini.
Kata depn pada kalimat tersebut adalah kata di
b.Kata sambung
Contoh kalimat : Hal tersebut bukan
lain adalah disiplin.
Salah satu kata katasambung yang digunakan dalam pidato di atas
yaitu kata adalah.
c.Kata sandang
Teks pidato di atas tidak menggunakan katasndang.
e.Kata seru
Kata seru tidak digunakan dalam teks pidato di atas.
3.Menggunakan kosakata emotif
Contoh
kalimat : Namun, Mario Teguh pakar motivasi Indonesia pernah berkata
bahwa penderitaan karena disiplin lebih baik daripada penderitaan karena
penyesalan.
4.Menggunakan kosakata bidang ilmu
(istilah)
Contoh kalimat : Apa suatu hal yang dapat benar-benar mengeluarkan potensi kita itu? Hal tersebut bukan lain adalah disiplin.
5.Menggunakan Sinonim ( persamaan
kata atau padanan makna kata)
Contoh kalimat : Tanpa
disiplin seseorang yang pintar dan
luar biasa cerdas pun tidak akan
mampu mengeluarkan potensi dirinya.
Kata pintr dan cerdas memiliki sinonim (
persamaan makna)
6.Menggunakan Kata benda abstrak
Contoh kalimat : Disiplin juga merupakan fondasi utama kompetensi seseorang
Oleh
I Gusti Ayu Suci Wirastuti, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia
SMP Negeri 6 Nusa Penida
Terimakasih telah berkunjung ke halaman blog ini. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman yang lain dengan cara mengklik tombol share media sosial di bawah. Serta, suport kami agar bisa terus membuat artikel dan menyampaikan informasi bermanfaat untuk anda, dengan cara mengklik gambar jabat tangan di bawah
Menyimpulkan Hasil Identifikasi Pidato Persuasif
Dalam berpidato sebenarnya seseorang ingin menyampaikan pesan-pesan tertentu melalui pidatonya.
A.Pengertian menyimpulkan hasil identifikasi pidato
persuasif
Simpulan adalah pendapat
terkahir berdasarkan uraian sebelumnya. Menyimpulkan adalah merangkai gagsan-gagasan pokok pembicaraan
dari urutan panjang menjadi ringkasan yang runtut dan mudah dipahami. Menyimpulkan
hasil identifikasi pidato
persuasif adalah kegiatan merangkai gagsan-gagasan pokok pembicaraan dari urutan
panjang menjadi ringkasan yang runtut dan mudah dipahami
B.Hal-hal yang
harus diperhatikan dalam membuat kesimpulan pidato
Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam membuat kesimpulan pidato antara lain :
1.Kesimpulan
harus memuat seluruh hal pokok/isipi dato
2.Kesimpulan
tidak menyimpang dari isi pidato
3.Kesimpulan
bukan merupakan komentar, melainkan ringkasan isi pidato
C.Cara menyimpulkan hasilidentifikasi pidato
persuasif
Cara
menyimpulkan hasil
identifikasi pidato persuasif adalah sebagai berikut.
1.Mendengarkan
pidato dengan saksama
2.Mencatat
pokok- pokok/ hal penting yang disampaikan
dalam pendahuluan, isi, dan penutup pidato.
3.Menggabungkan
pokok-pokok/hal penting pada pendahuluan, isi, dan penutup pidato
D.Contoh menyimpulkan hasil identifikasi pidato
persuasif
Contoh
Pidato
Om
Swastiastu. Selamat pagi seluruh peserta yang akan mengikuti try out pagi hari
ini. Terimakasih juga kepada bapak ibu
guru yang juga berkenan hadir dalam acara ini. Semoga apa yang kita harapkan
dapat terwujud dan tercapai .
Pertama-pertama
yang ingin saya sampaikan pada pagi hari ini khususnya kepada anak-anak peserta
didik kami bahwa try out adalah simulasi atau kesempatan yang harus
dimanfaatkan sebaik mungkin. Jangan sia-siakan karena saat ini lah waktunya
untuk mengetahui kemampuan diri kamu sendiri dalam memasuki ujian akhir
nasional bulan yang akan datang.
Ibaratnya
cermin try out dapat menjadi sebuah fakta jelas tentang diri kita sendiri.
Laksanakan simulasi ini sebagaimana
layaknya ujian nasional, ada atau tiada yang mengawasi pastikan percaya diri
menjawab semua pertanyaan dengan baik.
Namun
jika tidak dilaksanakan dengan baik maka akan berpengaruh kepada hasil ujian
nasional yang akan datang. Siswa siswi yang kami sayangi meskipun ujian memang
bukanlah satu-satunya mengantarkan dirimu kepada kesuksesan, namun perlu
diingat ciri-ciri orang sukses adalah orang yang tekun dan jujur dalam segala
hal. Semoga dalam acara ini anak-anak akan menjadi termotivasi dan menyadari
seperti itulah nanti soal-soal yang akan datang pada saat ujian nasional
berlangsung minimal 75 % pasti sama.
Baik
dengan ini maka ujian try out ini saya buka terimakasih kepada pihak yang sudah
mau menyelenggarakan acara ini di sekolah ini kami mengucapkan banyak
terimakasih yang sebesar-besarnya. Dan mari kita sama-sama berdoa agar acara
ini dapat berlangsung dengan sebaik-baiknya tanpa kendala yang berarti mohon
maaf atas segala kekurangan di sekolah ini, saya akhiri dengan pramasanti. Om
Santi, santi, santi, Om.
Dari
contoh pidato di atas, kita dapat membuat kesimpulan, dengan langkah-langkah
seperti berikut.
1.Mencatat hal pokok
pada bagian pendahuluan
Pendahuluan
dalam pidato tersebut ada pada paragraph kedua (2). Dari paragraf itu dapat
kita temukan hal pokonya adalah try out adalah simulasi atau kesempatan
yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
2.Mencatat hal
pokok pada bagian isi
Bagian
isi dari pidato di atas adalah paragraph ketiga dan keempat (3&4). Dengan
demikian, hal pokok dari bagian isi adalah melaksanakan
simulasi sebagaimana layaknya ujian nasional (ada di paragraf 3) dan jika tidak dilaksanakan dengan baik maka akan berpengaruh kepada hasil
ujian nasional yang akan datang (ada di paragraf 4).
3.Mencatat hal
pokok pada bagian penutup
Bagian
pentup ada di paragraf kelima (5). Hal pokok pada paragraf ini adalah acara ini dapat berlangsung dengan
sebaik-baiknya.
4. Menggabungkan
hal-hal pokok yang telah ditemukan.
Langkah
terakhir ini merupakan langkah membuat kesimpulan dengan cara menggabungkan hal-hal
pokok di atas. Dengan demikian kesimpulan pidato di atas adalah sebagai
berikut.
Try out adalah simulasi atau kesempatan yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Oleh karena itu, melaksanakan simulasi sebagaimana layaknya ujian nasional. Jika tidak dilaksanakan dengan baik, maka akan berpengaruh kepada hasil ujian nasional yang akan datang. Semog acara ini dapat berlangsung dengan sebaik-baiknya.
Oleh
I Gusti Ayu Suci Wirastuti, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia
SMP Negeri 6 Nusa Penida
Terimakasih telah berkunjung ke halaman blog ini. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. Jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman yang lain dengan cara mengklik tombol share media sosial di bawah. Serta, suport kami agar bisa terus membuat artikel dan menyampaikan informasi bermanfaat untuk anda, dengan cara mengklik gambar jabat tangan di bawah












